Sukabumi, Jumat 28 November 2025. Caffe Joglo di Jalan Sriwedari menjadi ruang temu silaturahmi kader dan alumni STAI serta STISIP Ayamsul Ulum Inkhas lintas generasi. Sekitar 50 peserta hadir. Mereka datang dari berbagai angkatan dengan satu semangat yang sama menjaga kesinambungan nilai dan arah perjuangan.
Rakanda Ase Riyadi selaku tuan rumah mengawali kegiatan dengan ungkapan apresiasi atas kehadiran para alumni dan kader. Ia menilai silaturahmi ini sebagai bukti bahwa ikatan Inkhas masih hidup dan relevan.
Ia menyampaikan terima kasih atas kebersamaan yang terbangun. Ia menyebut forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ruang memperkuat loyalitas moral dan mempertegas arah kontribusi sosial kader Inkhas. Ia juga mengajak peserta mensyukuri nikmat, termasuk atas kelancaran ibadah umrah yang baru saja ia tunaikan.

Taushiyah disampaikan oleh Rakanda Dedi Hasba. Ia menyoroti bahaya prasangka buruk dalam kehidupan pribadi dan organisasi. Menurutnya, prasangka melahirkan kebencian. Kebencian mendorong penilaian tidak objektif. Sikap ini merusak kepercayaan dan memperlemah soliditas gerakan.
Pesan ini menegaskan pentingnya menjaga kejernihan hati agar kader mampu bersikap adil, rasional, dan dewasa dalam merespon perbedaan.
Sesi pemantik diskusi ilmiah disampaikan oleh Rakanda Mulyawan Safwandy Nugraha, dosen S2 Inkhas. Ia mengajak kader untuk tidak latah ingin menjadi pemimpin tanpa kesiapan yang nyata.
Ia menyampaikan sejumlah bekal utama yang wajib dipersiapkan kader sebelum masuk arena kepemimpinan:
1. Bangun kompetensi diri melalui belajar terarah dan konsisten.
2. Perkuat karakter dan integritas. Jangan kompromi dengan nilai.
3. Jalin relasi strategis yang sehat dan produktif.
4. Rapikan urusan keluarga agar fokus tidak terpecah.
5. Siapkan mental melayani, bukan sekadar tampil.
6. Miliki visi yang jelas dan terukur.
Forum ini berlangsung dinamis. Dialog antar generasi berjalan terbuka dan jujur. Silaturahmi ini memperkuat rasa kepemilikan terhadap Inkhas sekaligus menyalakan kesadaran baru tentang pentingnya regenerasi kepemimpinan yang matang dan berakar pada nilai.
Kegiatan ini menjadi penanda bahwa Inkhas dan STISIP Syamsul Ulum tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menyiapkan masa depan dengan langkah yang lebih terarah dan sadar.

