SUKABUMI — Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., memberikan pesan khusus kepada para wisudawan Institut KH. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi. Ia menegaskan pentingnya bagi para lulusan untuk meneladani figur KH. Ahmad Sanusi, seorang ulama besar dan pahlawan nasional asal Sukabumi. (07/09/25)

Meneladani Sosok Panutan
Dalam sambutannya pada acara Wisuda ke-32 INKHAS di Gedung Anton Sujarwo, Prof. Sahiron menyebut KH. Ahmad Sanusi sebagai sosok ulama luar biasa yang patut “digugu dan ditiru” (ditaati dan dicontoh). Menurutnya, kiprah KH. Ahmad Sanusi bukan hanya sebagai seorang ulama dan pendidik, tetapi juga sebagai pejuang yang gigih melawan penjajahan.
“Para lulusan INKHAS harus bangga dan menjadikan KH. Ahmad Sanusi sebagai panutan. Beliau adalah tokoh yang mengintegrasikan ilmu agama dengan semangat perjuangan kebangsaan,” ujar Prof. Sahiron. Ia menambahkan bahwa jejak langkah KH. Ahmad Sanusi, baik dalam dunia pendidikan maupun pergerakan nasional, adalah cerminan dari pengabdian sejati kepada umat dan bangsa.
Prof. Sahiron berharap, semangat juang, keilmuan, dan kearifan KH. Ahmad Sanusi akan terus hidup dalam setiap langkah para lulusan INKHAS, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat

Apresiasi dan Dukungan dari Kementerian Agama
Prof. Sahiron menyampaikan apresiasinya terhadap performa dan kinerja seluruh sivitas akademika INKHAS yang dinilainya sangat baik dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Menurutnya, kemajuan yang dicapai INKHAS menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di daerah.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan sesuai kewenangannya. “Kementerian Agama akan terus mendukung langkah-langkah strategis yang diambil INKHAS, termasuk upaya transformasi menjadi universitas. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi setiap kemajuan yang positif,” ujar Prof. Sahiron.

Mencetak Lulusan Inovatif di Era Global
Di hadapan 259 wisudawan, Prof. Sahiron berpesan agar para lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Menurutnya, tantangan di era globalisasi menuntut para sarjana dan magister untuk mampu menciptakan solusi baru dan berkontribusi nyata di masyarakat.
“Wisuda ini adalah awal dari pengabdian. Jadilah sarjana dan magister yang mampu membawa perubahan, bukan hanya menjadi penonton. Bangsa ini membutuhkan kontribusi nyata dari ilmu yang telah kalian peroleh,” pungkasnya. Orasi ilmiah ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta wisuda.

