Menuju Indonesia Emas, Dewan Pendidikan Sukabumi: Komite Sekolah Harus Jadi Solusi, Bukan Beban

SUKABUMI, Kamandang.id – Usai membekali guru dengan materi AI pada pagi harinya, Dewan Pendidikan Kota Sukabumi melanjutkan agenda strategis dengan menggelar Sarasehan Komite Sekolah, Jumat (28/11/2025) siang. Bertempat di Aula SMKN 1 Kota Sukabumi, kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi menuju “Indonesia Emas Tanpa Cemas”.

Acara yang berlangsung pukul 13.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh 200 pengurus komite sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, hingga MTs se-Kota Sukabumi.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Sukabumi, Mulyawan Safwandy Nugraha, yang membuka kegiatan tersebut menyoroti peran vital komite sekolah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Menurutnya, partisipasi masyarakat adalah kunci penyeimbang kualitas pendidikan.“Komite punya posisi penting. Anggaran pemerintah sering terbatas. Peran orang tua dan masyarakat bisa jadi penguat mutu pendidikan kalau dikelola dengan benar,” ujar Mulyawan kepada awak media usai acara.

Ia menambahkan, sarasehan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penguatan kapasitas agar komite sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam aspek teknologi. Mulyawan juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, dan Kepala Dinas Pendidikan atas dukungan penuh terhadap sinergi ini.

Komite: Mitra, Bukan Oposisi

Hadir sebagai narasumber utama, Guru Besar Universitas Pasundan sekaligus Ketua Asosiasi Komite Sekolah Indonesia (AKSI) Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Cartono.

Dalam diskusi yang dipandu moderator H. Saepurohman Udung, Prof. Cartono menekankan pentingnya pemahaman regulasi agar komite sekolah dapat berfungsi optimal tanpa melampaui kewenangan.

“Komite jangan jadi beban bagi sekolah. Komite harus jadi bagian dari solusi. Sekolah dan komite itu mitra,” tegas Prof. Cartono.

Ia mengingatkan bahwa kesalahpahaman antara sekolah dan orang tua sering terjadi akibat kurangnya ruang komunikasi. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pendampingan teknis yang berkelanjutan agar peran komite tidak terjebak pada formalitas belaka.

“Banyak komite sekolah yang mau berperan, tetapi belum tahu teknisnya. Pendampingan itu penting supaya peran komite tidak hanya seremonial,” imbuhnya, seraya menyarankan komite untuk aktif di bidang pengawasan program maupun dukungan kegiatan belajar.

Antusiasme Peserta

Suasana sarasehan berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mencurahkan pengalaman dan tantangan di lapangan. Seorang pengurus komite tingkat SMP mengaku tercerahkan dengan materi yang disampaikan.

“Saya baru paham batasan dan ruang gerak komite. Selama ini kami sering bingung harus mulai dari mana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dewan Pendidikan Kota Sukabumi berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan gotong royong semua pihak, demi melahirkan generasi emas Kota Sukabumi yang siap bersaing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *