Oleh : Dede IRPAN Apriandi
H-2 menjelang MUSDA MD-KAHMI Sukabumi terasa semakin heroik, baik di WAG maupun di kopdar konsolidasi, banyak kelompok dan kubu kandidat menggelar diskusi, ini Mencerminkan Dinamika MUSDA terus meningkat sejak di umumkan SC/OC sebulan lalu hingga sekarang.
Ini adalah Fenomena baru dalam sejarah KAHMI Sukabumi, karena dulu Alumni itu malah saling tunjuk untuk memilih Presidium, sehingga Presidium yang “jadi” terkesan dipaksa atau terpaksa menanggung “Amanah” Menjadi presidium KAHMI. Alhasil presidium hanya bermodal “Bersyukur dan Ikhlas” Dalam mengemban Amanah besar menjadi presidium.
2020 masih sukarela orang mencalonkan diri menjadi KAHMI, Heroiknya hanya di Hari H saja. Tidak seperti sekarang dari jauh hari orang dicalonkan dan mencalonkan diri untuk menerima Amanah besar menjadi presidium KAHMI Sukabumi.

Diaspora yang terjadi menandakan KAHMI sudah ada pada posisi diperhitungkan dan di butuhkan oleh berbagai kalangan, dari mulai politikus, akademisi, pengusaha, ASN dan aktivis maju sebagai Kandidat Presidium KAHMI Sukabumi dengan Visi dan Misi nya masing-masing. Semua nya Membangun konsolidasi dan diskusi untuk kemajuan dan kekuatan KAHMI.
Lepas dari motif kepentingan dan kekuasaan kelompok manapun, Saya tidak mau menilai baik / buruk situasi saat ini, kapasitas saya hanya sebagai kader yang memperhatikan dan menyimak Diaspora yang terjadi saja, karena beberapa kali di ajak dan dilibatkan dalam beberapa diskusi kandidat.
Saya hanya berharap, Kedepannya, KAHMI harus menjadi wadah bagi Alumni HMI yang siap mendedikasikan diri dan menorehkan prestasi melalui kapasitas dan connectivitasnya masing masing di semua sektor profesional dan pengabdian.
Alumni yang tersebar di semua lini, baik di Politik (Semua Partai), ekonom (di hampir semua jenis usaha) ASN (Di banyak dinas dan instansi) Guru&akademisi (dibanyak sekolah dan kampus) sampai Aktivis harus saling terhubung satu dengan yang lain, tidak Tergangu oleh belenggu perbedaan ide dan gagasan atau penghasilan.
Semua harus satu dalam wadah yang sama yaitu “KAHMI”. Biarlah Visi-Misi hari ini berbeda beda, karena lahir dari persepsi dan referensi brilliant masing masing kandidat, yang terpenting adalah, Kita pernah mengkaji Mission HMI yang terefleksi dalam 5 kualitas Insan Cita.

Sejak menjadi kader sampai hari ini harus kita wujudkan bersama yaitu “Terbinanya Insan Akademis Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masayarakat adil makmur yang diridhai allah SWT”. Yakni menjadi Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi, bernafaskan islam dan bertanggung jawab mewujudkan masayarakat adil makmur.
MUSDA hanya dilakukan sekali dalam 5 tahun, selebihnya adalah kontribusi kita sebagai alumni terhadap Himpunan. Bagi saya :
merawat dan melakukan kaderisasi tidak berhenti setelah 2 tahun kita lulus kuliah, tetapi setelah dinyatakan diri sebagai alumni, tanggung jawab atas Himpunan akan selalu melekat dalam diri kita sebagai Kader Himpunan Mahasiswa Islam.
Yakin Usaha Sampai (YAKUSA) bukan slogan kosong tanpa Makna, kita semua sudah Tahu, itu adalah filosofi hidup, prinsip, dan pedoman kita dalam setiap langkah untuk mencapai ridha Allah SWT.
YAKUSA…!!!

