Mulyawan Safwandy Nugraha

Menjelang adzan subuh pagi ini, saya merefleksi diri. Kadang saya teringat masa-masa ketika dompet sering kosong dan pilihan terasa sempit.

Saya dulu pikir kekurangan itu akan menghentikan langkah. Ternyata tidak. Justru dari situ saya belajar melihat diri sendiri dengan lebih jujur. Banyak mahasiswa atau siswa hari ini mungkin mengalami hal yang sama. Uang pas-pasan. Tugas menumpuk. Hidup seperti bergerak cepat, sementara kemampuan kita terasa biasa saja. Tapi ada satu hal yang tidak pernah benar-benar hilang. Semangat. Energi kecil yang terus menggerakkan kita meski keadaan belum berubah.

Saya sering bertemu anak muda yang merasa kalah sebelum memulai. Mereka melihat hidup orang lain yang tampak lebih lengkap. Lalu mereka membandingkan. Merasa perjalanan sendiri terlalu berat. Padahal kekuatan seseorang tidak hanya datang dari apa yang dia punya. Kekuatan sering tumbuh dari apa yang tidak dia punya. Ketika kamu tidak memiliki banyak pilihan, kamu belajar membuat pilihan yang lebih tajam. Ketika kamu tidak punya banyak harta, kamu belajar menaruh nilai pada hal-hal yang tidak bisa dibeli. Dan ketika kamu kehilangan banyak kenyamanan, kamu menemukan energi baru untuk bangkit.

Saya ingin mengajak kamu yang sedang kuliah atau belajar, untuk melihat perjuanganmu sebagai latihan penting. Kamu mungkin melewati hari ketika uang tidak cukup. Kamu mungkin merasa tertinggal dari teman-teman yang terlihat lebih mapan. Kamu mungkin bertanya apa semua ini sepadan. Tapi ingat bahwa hidup sering memberi ruang bagi mereka yang terus bertahan. Tidak semua harus sempurna untuk membuatmu bergerak. Cukup punya tekad kecil yang kamu rawat setiap hari. Itu bisa menjadi modal yang tidak pernah habis.

Ada satu pengalaman sederhana yang masih saya ingat. Dulu saya pernah menahan lapar sampai sore hanya untuk menghemat uang transport. Saya berjalan kaki lebih jauh dari biasanya.

Di tengah perjalanan saya sempat kesal, lelah, bahkan malu. Tapi di ujung hari, saya belajar satu hal. Saya tidak menyerah pada keadaan. Saya mungkin tidak punya banyak hal. Tapi saya masih punya langkah. Dan langkah itu ternyata membawa saya pada banyak kesempatan yang baru.

Pelan-pelan saya sadar bahwa perjuangan itu bukan hukuman. Perjuangan adalah cara hidup membentuk saya agar lebih kuat menghadapi apa yang datang berikutnya.

Untuk kamu yang sedang menempuh pendidikan hari ini, percayalah pada proses yang sedang kamu jalani. Kamu tidak sendirian. Banyak orang besar memulai dari keterbatasan. Mereka bukan luar biasa sejak awal. Mereka hanya menjaga semangat kecil di dalam diri agar tetap hidup. Kamu juga bisa melakukan itu.

Rawat tekadmu. Terima kekuranganmu sebagai bagian dari perjalanan. Terus bergerak meski langkahmu pendek. Energi itu akan membawamu pada titik yang tidak kamu kira sebelumnya. Kamu mungkin tidak punya banyak hal sekarang. Tapi kamu masih punya semangat. Dan kadang itu cukup untuk mengubah seluruh jalan hidupmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *