Bullying di MTS kabupaten Sukabumi-ketua Generasi Muda Peduli Pendidikan Indonesia-Ivan Al-ghifari Menegaskan Gagalnya Pendidikan Ramah Anak di Sukabumi

30/10/2025 – Ketua DPC GRAPENSI Kota Sukabumi (Generasi Muda Peduli Pendidikan Indonesia) menanggapi kejadian siswi MTS di sukabumi yang tergantung tak bernyawa di kecamatan cikembar.

Ivan Al-ghifari menegaskan pendidikan di sukabumi terindikasi tidak ramah anak, atas kejadian siswi Madrasah Tsanawiyah yang menjadi korban bullying di lingkungan sekolah sampai memutuskan untuk gantung diri di rumahnya.

“dari beberapa berita yang saya baca, kabarnya Siswi MTS ini memutuskan mengakhiri hidup disebabkan sakit hati karena di bully oleh teman-temannya, dan ini membuktikan sekolah di sukabumi terindikasi tidak ramah anak”. Tegas Ivan.

Ivan Al-ghifari adalah Ketua Umum Generasi Muda Peduli Pendidika Indonesia (GRAPENSI) Suabumi periode 2025-2029

sesuai dengan dasar hukum seperti UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta berbagai peraturan pelaksana seperti Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 dan Surat Edaran Kemendikbudristek terkait pelaksanaan kegiatan di sekolah. Regulasi ini mewajibkan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan non-diskriminatif, serta memastikan proses pembelajaran yang inklusif dan menghargai hak serta potensi anak.

Ivan juga mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan merasa prihatin dengan potensi dan kapasitas guru yang ada di sekolah yang dianggapnya buruk dan perlu ditingkatkan kualitas dan potensi diri guru sekolah di sukabumi, terkhusus pengetahuan tentang Pendidikan ramah anak.

“saya mengucapkan turut berdukacita untuk keluarga korban, dan prihatin atas kapasitas guru yang buruk dan tidak peka atas situasi muridnya di sekolah. saya fikir pemerintah harus meningkatkan kualitas guru sekolah yang ada di sukabumi untuk membekali guru tentang Pendidikan Ramah Anak agar hal semacam ini bisa di antisipasi.” Pungkas Ivan.

hasil penelusuran dari berita yang beredar, siswi MTS ini sempat menuliskan surat untuk keluarga, teman dan guru-gurunya di sekolah sebelum melakukan hal yang mengerikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *